السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

أصبحت أهلا لنا فدخلت سهلا فى بيتنا

Selasa, 27 November 2007

Diskusi Tentang Fenomena Bulan Shafar/Rabu Wekasan


 

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa bulan shafar adalah bulan yang kedua pada Taqwim Al hijri atau kalender hijriah/qamariyah. Menurut bahasa shafar berarti Kosong atau nol. Pada masa jahiliyah orang-orang arab pada bulan tersebut mengosongkan rumah mereka untuk berperang dan bepergian. Ada juga yang memaknai bulan shafar sebagai warna kuning. Di lain sisi, orang-orang arab pada masa jahiliyah sangat waspada dengan penyakit shafar yaitu sejenis penyakit yang disebabkan oleh cacing yang berukuran lumayan besar  pada perut manusia.

Pada masyarakat kita diyakini bahwa kekuatan magis alias gaib lebih kuat pada bulan ini, sehingga para tukang santet atau sihir lebih memeilih bulan ini untuk melaksanakan perbuatan dosa mereka. Allah menurunkan penyakit atau bala berupa lebih dari 320.000 macam penyakit untuk satu tahunnya pada akhir bulan shafar (Jam’ul Fawaaid, tulisan Syekh Daud bin Abdullah al-Fathani.). Pada tradisi masyarakat kita sering disebut dengan Rabu Wekasan (Jawa) atau Arba' Musta'mir (Banjar). Sehingga untuk tolak bala dilakukan berbagai kegiatan, seperti shalat sunnat mutlak, Solat Sunat Tolak Bala sebanyak empat rekaat dilakukan setelah shalat dhuha, mandi di pantai atau di air yang mengalir, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan tolak bala seprti sedekah dengan kue apem bagi masyarakat jowo.

Nabi Saw pernah bersabda dalam salah satu hadits beliau: 
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada penyakit menular, tidak ada shafar, dan tidak ada hammah.” (HR. Al Bukhari dan Muslim) .
Salah satu hal pneting yang dilakukan Nabi Saw adalah menikahkan Puteri tercinta beliau Sayyidah Fatimah Azzahra RA dengan Saidina Ali Bin Abi Thalib Ra pada bulan shafar. Bahkan Nabi Saw sendiri melangsungkan pernikahan beliau dengan Sayyidah Khadijah Al Kubra pada bulan shafar.

Nah sekarang saatnya kita berdiskusi tentang bulan shafar ini, sehingga kita menemukan kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan. Wa syukran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERKOMENTARLAH DENGAN CARA DAN KATA-KATA YANG BIJAK TANPA MENGHINA DAN MENJELEK-JELEKKAN